Diarsipkan di bawah: Renungan
Dua kali aku ber-YM dengan Tri Pontono. Baru kali ini aku chatting dengan sesama sahabat Ngawu. Memberi sensasi yang berbeda. Ada perenungan tersendiri sehingga aku tergerak untuk menulisnya. Tri waktu itu di Lampung, mulanya aku tidak tahu, karena rupanya dia sudah request aku, supaya aku add. Nama yang muncul adalah Harleng Ak. Tak tahulah aku, siapa itu Harleng Ak. Lalu aku add dan tanya, siapa ini. Ternyata, muncullah fotonya di kolom image, dan ternyata si Pontono, sahabat dari Ngawu. Terlonjak juga hatiku, akhirnya toh bisa menemukan teman dari Ngawu untuk ber-YM. Hahaha…selalu ada yang lain dari persahabatan ketika yang kita temui adalah mereka yang telah tahu siapa kita, darimana kita, dan (mengutip kata-kata Mul), kita sudah tahu bagaimana kecilnya. Segera terlintas dalam pikiranku, seandainya kita semua sudah tersambung dengan YM, katakanlah seluruh orang Ngawu yang ada di Jakarta dan kota-kota lain, alangkah mudahnya berkomunikasi. YM atau chatt adalah teks wicara, seperti SMS, hanya gratis, karena dibayar kantor hahaha….tapi ada juga yang pakai webcam, sehingga bisa lihat wajah dan ekpresinya ketika lagi nulis. Apakah sambil jongkok atau nungging hehe….Dulu, ada Bung Ono Purbo, seorang pakar IT nomor 1 di Indonesia, kalau gak salah, mencita-citakan agar seluruh desa di seluruh Indonesia ini terkoneksi dengan internet. Ide ini sebenarnya sangat revolusioner. Bayangkan kalau Ngawu juga terkoneksi dengan internet, artinya kita sedang membuat link Ngawu dengan seluruh dunia. Semua orang di dunia bisa mengakses Ngawu dengan segala isi perutnya. Orang-orang Ngawu bisa jualan semangka, gaplek, cabe, padi, atau kerajinan tangan lewat internet. Bisa jadi, ada orang Jakarta atau tempat lain dan luar negeri yang tertarik dan beli. Saya sih berharap, blog Ngawu ini bisa berkembang ke arah sana. Kita menampilkan sisi-sisi potensial dari Ngawu dengan segala aneka budayanya.
Kemarin aku wawancara dengan Siswono Yudho Husodo soal kenapa kok kita ini negara agraris tapi impor beras, kita ini negara lautan tapi impor garam, kita ini negara anggota OPEC atau produsen minyak tapi kelimpungan ketika harga minyak naik. Siswono mengatakan, semuanya karena salah urus. Setelah itu, saya baru dapat edaran dari Kwik Gian Gie lewat email, yang beritanya cukup mengagetkan, ternyata subsidi BBM kita itu bohong. Selama ini tak ada subsidi BBM, karena kita sebenarnya tidak pernah kekurangan BBM. Katanya, kita hanya kekurangan 0,2 juta barel saja per tahunnya. Ah..lagi-lagi kalau ditanya kenapa, jawabannya ya salah urus. Nah, menurut saya, ide Bung Ono Purbo untuk mengkoneksikan seluruh desa di seluruh Indonesia melalui internet adalah ide bagus, karena dengan demikian, maka memudahkan kita mengurus bangsa ini. Kita ini negara kepulauan, terlalu luas kalau diurus dengan cara-cara manual. Cost-nya terlalu banyak. Seorang teman, bolak-balik ke Papua saja menghabiskan Rp 90 juta rupiah. Bagaimana kalau berkali-kali?
Belum lama ini, tim IT-ku di kantor juga baru berhasil membuat radioku bisa online di web (radio web). Jadi selain bisa didengarkan di pesawat manual, kalau dulunya hanya di empat kota (Jadebotabek, Bali, Lampung, Samarinda), kini bisa didengarkan di seluruh dunia yang terkoneksi. Ide ini sebenarnya muncul ketika aku ketemu teman-teman dari mgradio di Senayan City beberapa waktu lalu. Mereka anak-anak muda yang bisa siaran dari Amerika, Eropa, China, Autralia, dll. So, jika tidak ada halangan, teman-teman bisa mampir di radioku, di www.heartline.co.id, nah click aja untuk dengerin radionya. Aku siaran jam 8-9 pagi, programnya coffee morning, talking about politics, economy, cultural and social….hehehe, numpang promosi.
Jadi intinya, internet membuat dunia ini semakin sempit dan mengecil. Sampai-sampai seorang pakar komunikasi kenamaan, Marshall McLuhan mengatakan dunia kita ini telah menjadi sebuah kampung global (global village). Ya, ibarat kampung, yang begitu dekat dengan tetangga, dan bisa bertegur sapa.
Ah, itu saja ocehanku hari ini, dan untuk teman-teman yang sudah punya email yahoo, sign in saja di YM so kita bisa chatting di sela-sela kerja……lumayan kan, bisa mengenang masa kecil di dunia maya. I’ll be waiting….(Woto)
