Diarsipkan di bawah: Nggambleh
Iya, dusun kecil di pesisir waduk gajah mungkur, wonogiri. Ngawu selalu ku ingat dimana saja, kapan saja. Ada keunikan tersendiri tentang Ngawu. Masyarakatnya yang terkadang theng ceklunthik yang tidak habis pikir kenapa setiap aku pulang pasti ada yang tidak baikkan antar warga (jothaan, satru). Entah itu masalahnya dari hal yang kecil sampai hal yang serius. Aku berbikir apakah itu sudah menjadi budaya orang Ngawu ya? Tapi aku bangga jadi orang Ngawu!
Ada lagi yang nyeleneh tentang bahasanya yang sering dipakai orang-orang Ngawu. Terkadang aku kalau di rumah mesem bahkan ngguyu dewe kalau kelingan bosone wong Ngawu. Bolehlah kita mesem atau ngguyu sama-sama kalau mengingat kata-kata seperti ini :
- barongan
-greng
-cuthik
-lurung
-clumpring
-pithi
-tompo
-bodak
-jon
-lading
-gorok
-babrakan
-salang
-benet
-senthong
-dipan
-lodong
-tempolong
-lawang
-kursen
-patangareng
-udan jilak
-udan gembejoh
-udan boyot
-kluwung
-imbas-imbis
-sentrap-sentrup
-mbeweng
-mimbak-mimbik
-nyantheng
-diegrek-egrek
-jundah
-bludukan
-keplere
-nyengit
-uncling
-mblekuk
-semburat
lan lioliane, tambahono dewe gek karo ngguyu, haha…. hehe… eh eh..eh!
Maka itu aku bangga jadi orang Ngawu. Bahasane banyak dan aneh.
Ada lagi yang menjadi kebanggaanku yaitu putra ngawu yang ada di perantauan membentuk paguyuban yang diberi nama paguyuban putra ngawu (PPN), tapi sekarang aku kurang bangga sama PPN karena pengurus tidak jelas.
Itu saja ya gamblehan dan kebanggaanku jadi orang Ngawu. MbahMul.