Diarsipkan di bawah: Nggambleh
hallo, piye kabare konco2, kok wis ora kelingan karo blog e. Blas ora ono sing mbukak opo meneh ngisi!
O ya, sekedar informasi bahwa adik, saudara, temen kita Hari (cucu dari mbah wito n mbah partiyem. alm) pada hari minggu 6 juli 2008 nanti akan mengikat janji menerima sakramen perkawinan di gereja klaten.
Diharapkan temen2 datang (njagong) ya, sekalian kita latihan volley untuk
persiapan desember nanti. Paling nggak kita bisa mengalahkan orang2 ngawu. ha .. ha ….. Sampai ketemu di ngawu (moel).
Diarsipkan di bawah: Nggambleh
Iya, dusun kecil di pesisir waduk gajah mungkur, wonogiri. Ngawu selalu ku ingat dimana saja, kapan saja. Ada keunikan tersendiri tentang Ngawu. Masyarakatnya yang terkadang theng ceklunthik yang tidak habis pikir kenapa setiap aku pulang pasti ada yang tidak baikkan antar warga (jothaan, satru). Entah itu masalahnya dari hal yang kecil sampai hal yang serius. Aku berbikir apakah itu sudah menjadi budaya orang Ngawu ya? Tapi aku bangga jadi orang Ngawu!
Ada lagi yang nyeleneh tentang bahasanya yang sering dipakai orang-orang Ngawu. Terkadang aku kalau di rumah mesem bahkan ngguyu dewe kalau kelingan bosone wong Ngawu. Bolehlah kita mesem atau ngguyu sama-sama kalau mengingat kata-kata seperti ini :
- barongan
-greng
-cuthik
-lurung
-clumpring
-pithi
-tompo
-bodak
-jon
-lading
-gorok
-babrakan
-salang
-benet
-senthong
-dipan
-lodong
-tempolong
-lawang
-kursen
-patangareng
-udan jilak
-udan gembejoh
-udan boyot
-kluwung
-imbas-imbis
-sentrap-sentrup
-mbeweng
-mimbak-mimbik
-nyantheng
-diegrek-egrek
-jundah
-bludukan
-keplere
-nyengit
-uncling
-mblekuk
-semburat
lan lioliane, tambahono dewe gek karo ngguyu, haha…. hehe… eh eh..eh!
Maka itu aku bangga jadi orang Ngawu. Bahasane banyak dan aneh.
Ada lagi yang menjadi kebanggaanku yaitu putra ngawu yang ada di perantauan membentuk paguyuban yang diberi nama paguyuban putra ngawu (PPN), tapi sekarang aku kurang bangga sama PPN karena pengurus tidak jelas.
Itu saja ya gamblehan dan kebanggaanku jadi orang Ngawu. MbahMul.
Diarsipkan di bawah: Nggambleh
*Selingkuh *
Meski berasal dari kosakata bahasa Jawa, kata selingkuh sudah jadi milik bahasa Indonesia. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan WJS Poerwadarminta dan Kamus Besar Bahasa Indonesia sudah bisa kita jumpai entri selingkuh dan perselingkuhan. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Nggambleh
Saudara sebangsa dan setanah air Ngawu tercinta. Pada kesempatan ini saya secara pribadi merasa bersyukur dan berterima kasih, bahwa ternyata adik-adik mempunyai harapan yang sama. Harapan dimana kita yang di perantauan ini tidak pernah berhenti merindukan bumi kelahiran kita. Merindukan dalam artian tidak harus ada secara fisik di tempat dimana yang dirindukan. akan tetapi jiwa kita senantiasa merespon setiap saat dibutuhkan. Pada Malam Minggu, 10 Mei 2008 di tempat keluarha saudara Mulyanto telah menjadi saksi bisu dimana komitmen anak negeri ini tertuang. harapan saya semoga ini menjadi titik balik ………….